Minggu, 04 Februari 2018

Memilih Sekolah Anak

Assalamualaikum,

Tahun ajaran baru udah didepan mata nih, tapi masih bingung mau daftarin sekolah anak.
Hmm, daftar sekolah dimana ya ?
Yang disana ?
atau disanaaaah ?
semua bagusss 😌😢😥#%*@+(";'?%+$;#(#+;

Sebagai orang tua, pernah mengalami masalah yang demikian ?
Mungkin ada yang pernah ya, karena banyak pertimbangan ketika akan memilihkan sekolah untuk anaknya.

Meskipun Enca masih berusia 2 tahun kurang 3 bulan, aku dan mas Adi udah nyicil pilih-pilih sekolahan buat Enca. Kami punya beberapa pertimbangan untuk sekolah Enca besok-besok diantaranya,

Untuk tingkatan TK, SD dan SMP aku dan mas Adi sepakat untuk memilih Sekolah Islam Terpadu. Alasannya supaya Enca dapat pembiasaan ibadah seperti kebiasaan sholat Dhuha, sholat wajib berjamaah dan hafalan Al Quran. Serta penanaman akhlak sejak dasar atau usia dini.

Ketika SMA, aku dan mas Adi punya pertimbangan lain. Di usia SMA kami justru kepengin memasukkan Enca kesekolah Negeri. Alasannya, supaya Enca bisa berbaur dengan lingkungan yang Heterogen, dengan latar belakang dan agama yang berbeda-beda supaya Enca bisa memahami tentang toleransi.

Bekal agama yang didapat dari TK, SD dan SMP semoga menjadi nilai plus tersendiri untuk pribadi Enca ketika memasuki SMA negeri.

Selain itu, pertimbangan lain adalah soal akses. Untuk sekokah TK, SD dan SMP kalau bisa sih, akses mudah dan jaraknya yang dekat. Jadi Enca tidak terlalu capek dijalan. Misal ada macet pun masih bisa ditolerir, atau jika cuaca sedang hujan, tidak terlalu lama hujan-hujanan.

Ketika SMA, akses tetep harus yang mudah juga. Jadi misalkan lagi gak bawa motor sendiri masih bisa naik angkot. Jadi gak yang kemana-mana dianter.

Nah itu beberapa pertimbangan ketika aku memilih sekolah untuk Enca.

Bagaimana dengan teman-teman ?
bagi-bagi cerita dooong

Wassalamualaikum,

Sabtu, 03 Februari 2018

Aku Ingin Umroh Plus Travelling ke Istanbul

Assalamualaikum,

Selamat.....
Anda mendapatkan hadiah Umroh plus travelling ke Istanbul, bersama suami dan boleh bawa anak...!!!
Segera siapkan apa yang perlu disiapkan...
Segeralah bangun...bangun....bangun...!!!!!

oooow...mimpi, barusan itu mimpi..semoga terwujud Aamiin Aamiin Aamiin

Bismillah, bangun asah....😍

Baiklah, saat ditanya,
"Ketika mendapat kesempatan travelling ke Luar Negeri kamu ingin kemana ?"

Dengan perasaan haru dan semangat menulis, maka aku katakan,
Aku Ingin Umroh plus travelling ke Istanbull.
 (Kabulkan ya Allah mudahkan...Aamiin Aamiin Aamiin)

Sebagai umat muslim pasti kepenginan ku yang  pertama adalah menginjakkan kaki di tanah Haramain (Makkah Madinah), selanjutnya ingin Jepang, Korea dan Jerman, qiqiqi banyak maunya niih.

Mimpi bisa Umroh plus travelling bersama suami dan anak itu sungguh indah. Untuk mewujudkannya kami harus rajin ngisi celengan mulai dari sekarang nih.

Semoga saja, suatu saat beneran terwujud bisa melakukan serangkaian ibadah Umroh dan bisa banyak memanjatkan doa disana. Aamiiin

Selesai Umroh, kepengin sekalian travelling ke Istanbul Turki, menjelajahi jejak perjuangan islam Muhammad Al Fatih "The Great Otoman" di daerah mediterania tanah bekas konstantinopel. Dan keinginan yang remeh temehku itu aku pengin pegang salju disana, atau bolehlah merasakan hujan salju disana, qiqiqi.

Ya...meskipun saat ini baru bisa baca-baca dan dengar cerita dari teman atau saudara yang telah lebih dahulu pergi ke sana. Insya Allah, aku yakin bahwa suatu saat Allah akan memudahkan ku beserta keluargaku untuk datang beribadah ke tanah Haramain tersebut plus mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Istanbul Turki. 
Jadi, aku akan terus bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Bagaimana dengan teman-teman ?
Jika mendapat kesempatan travelling ke Luar Negeri, kalian ingin kemana ?
Cerita dong....

Wassalamualaikum

Jumat, 02 Februari 2018

Manfaat Travelling

Assalamualaikum,

Meskipun terlahir dari keluarga sederhana, tapi orang tuaku dulu tetap mengusahakan ngajak anak-anaknya travelling. Mulai dari yang paling dekat misalkan Prambanan sampai pernah yang paling jauh itu Sarangan (Jawa Timur). Kadang kami diajak naik kendaraan umum, sering juga kami diajak naik motor demi menghemat biaya, hihihi. Bahkan, kalau lagi gak ada agenda travelling, biasanya bapak ibuk ngajak jalan-jalan sekedar motoran cari angin, dan itupun sudah membahagiakan.

 Dari situlah aku merasakan manfaat travelling, diantaranya
😎 Nambah wawasan.
Aku jadi makin tau banyak hal dan pengalaman baru.
😎 Melatih kesabaran.
Aku jadi tau gimana sumpeknya naik bis umum (ekonomi), bahkan sampai tau rasanya dikentutin orang pas dihidungku dan bikin aku gumoh parah (ini serius lho)
😎 Tau rasanya naik bis patas yang adem dan nyaman banget, haha
😎 Tau rasanya suasana terminal dengan segala keramaiannya

dan masih banyak lagi sebenernya, halah.

aaaah, jadi melow inget bapak ibuk yang jauh disana 😘😘.

Makanya sampai sekarangpun aku suka banget travelling atau sekedar jalan-jalan muter-muter tanpa tujuan. Sehari tanpa muter-muter itu rasanya dah pusing banget, qiqiqiqi. Banyak pula manfaat salah satunya aku bisa tetep waras, qiqiqi.

So, aku juga nerapin ini ke Enca, karena manfaat travelling itu sangat positif untuk perkembangan anak. Apalagi ketika diajak travelling Enca excited banget jadi sekalian buat sarana pembelajaran Enca.

Baca juga : Piknik Asik Bareng Anak Usia 1 Tahun

Bagaimana dengan teman-teman ?
Apakah suka travelling dan suka ngajak anak travelling ?
Yuk, ceritakan manfaatnya...

Wassalamualaikum,

Kamis, 01 Februari 2018

Anak Nonton Televisi, Yes or No

Assalamualaikum,

Baru kemarin nulis tentang gadget pada anak, dan sekarang tentang televisi.

baca: Kegelisahan Seorang Ibu Akibat Gadget

abaikan bakso bakarnya, 😅

Jika gadget dapat memberikan dampak positif dan negatif, begitupun dengan televisi. Salah satu dampak positifnya update berita. Ya, buat orang dewasa terutama bapak-bapak ketika nyalain tv pasti nyarinya berita, horeee 👏🏻
Beda dengan emak-emak, nyalain tv yang dicari pasti sinetron dan gosip 😅, iya kaaan ? qaqaqa.
Soalnya aku juga gitu, qiqiqi
Kalau sekarang nyalain tv yang dicari acara pagi pagi pasti heppy transtv, wekaweka 😆.
Lalu jadi lupa waktu dan kecanduan, duuuh.

Gak bisa dipungkiri ya, sejak jaman aku kecil dulu acara TV memang menarik hati, mulai dari kartun dan acara semacam tralala trilili semua menarik. Jadi anak dan tv semacam sahabat sejati, eaaa.

Dulu sebelum nikah, sempat berfikir nanti kalau punya anak jangan ditontonin TV ah. Diajak main yang interaktif aja, atau kalau bosen ya bolehlah sesekali dilihatin youtube. Udah berencana gitu sama calon suami dulu yang sekarang jadi suami beneran ini, halah apaan coba 😅. Tapi realitanya ? simak lebih lanjut 😅

Memang awal-awal bersikukuh gak usah punya TV, toh aku kerja mas Adi juga kerja. Lalu ada cerita dimana aku hamil lalu keguguran yang akhirnya aku resign. Dirumah cuma main HP sama Laptop doang bikin bosan juga, dari situlah aku dibelikan TV sama mas Adi, hahaha. Itulah yang dibilang kenyataan tak selalu berjalan mulus, ngeeek.

Sebenarnya, nonton Tv juga ada sisi positifnya kok. Misalnya aja ni, kadang kalau lagi bosan main ini itu aku nyalain Tv. Paling sebatas upin ipin, detective peet, sama tayo.

Misalnya habis lihat yang upin ipin, Enca jadi makin nambah kosa kata semacam atok, kakak, ehsan, mail, terus bisa nyanyi lagu-lagu disitu semacam alif ba tsa, kiri kanan tepuk tangan dan banyak tanya.

Habis nonton detective peet, jadi makin heboh banget lihat hewan-hewan. Nambah kosa kata juga dan makin tau nama hewan. Begitupun habis nonton Tayo, selain bisa nyanyi lagu Tayo, Enca jadi hapal warna-warna, dan kalau lagi dijalan raya gitu, Enca heboh tiap lihat bis. Enca bilang
"mah..mah bis ayo (tayo) mah...mah...mah ani (lani) mah.." 👏🏻👏🏻😘

Jadi buatku pribadi anak nonton tv, Yes, boleh lah, dengan catatan:

1. Orang tua selalu dampingi.
Jadi misal yang ditonton kurang berfaedah, kita bisa langsung mengingatkan. Atau jika ada iklan yg kurang layak dan mengandung kekerasan kita bisa langsung ganti chanel.

2. Berikan batasan waktu.
Jam nya sholat ya matikan. Jam nya belajar ya matikan.
Jadi enggak yang dibiarin nonton TV sepanjang waktu, bahkan sampai melanggar waktu beribadah dan belajar.

3. Tetap diajak mainan yang interaktif atau diajak bersosialisasi

4. Nonton Tv dengan jarak yang gak dekat-dekat

Catatan untuk orang tua sendiri, jika hobi nonton Televisi selayaknya juga ada aturannya. Misalnya aku nih, seneng banget nonton drama korea atau telenovela, pengin nonton sih tapi ada Enca disampingku, baiklah aku lebih memilih matiin televisi.
 Jadi orang tua ada aturannya juga dong, dan aturan versi aku itu,

1. Pengin nonton acara kesukaan, yang belum layak ditonton anak sebaiknya nunggu si anak tidur atau lebih baik relakan saja, matikan Tv dan tidak perlu ditonton.

2. Harus tau waktu
Misalkan jam 19.00 sehabis sholat isya, adalah jamnya anak belajar. Maka orang tua pun dilarang keras nyalakan Tv. Karna itu sama saja Jarkoni, menyuruh anak belajar eh emaknya asik nonton telenovela, kan gak lucu.


Nah, bagaimana dengan anda ?
Yes or No ?

Wassalamualaikum,

Rabu, 31 Januari 2018

Kekuatan Sounding

Assalamualaikum,

Sounding, menurutku adalah memberi pengertian ke anak tentang segala hal dengan kalimat-kalimat yang positif (weeits jan, bahasan mirip pakar aja, qaqaqa). Kekuatan sounding gak cuma berlaku untuk menyapih aja lho, semua hal bisa kok, karena sounding itu kan sebenarnya mengkomunikasikan segala sesuatu ke anak supaya anak.

Kebetulan, aku udah masanya menyapih Enca ni, harapanku sih aku bisa menyapih dengan cinta istilah kerennya weaning with love (wwl), supaya tidak perlu menyakiti atau nakut-nakuti. Jadi aku mulai gencarin sounding, jauh-jauh hari sebelum Enca saatnya disapih. Misalnya begini,

"Enca, Enca sekarang umurnya udah satu yaa..udah makin besar, makin sholiha, makin pinter, makin tinggi, makin ceriwis, udah pinter lari-lari, pinter nyari belalang, pinter berdoa...Besok kalau umurnya udah dua, nenen mamah ditutup yaa..kalau minum pakai gelas terus yaa sayang...😘😘"

Enca pun membalas dengan anggukan sambil berucap "he....eh"
meskipun aku tau sebenarnya Enca belum tau maksudnya, misalkan udah tau pasti jawabnya "emoooh" 😄

Itu beberapa kalimat mantra yang selalu aku ucapkan saat menyusui ketika Enca hendak tidur. Dengan harapan ketika sudah saatnya disapih nanti, Enca benar-benar mengerti dan siap.

Kapan mulai sounding ?
Aku memulai sounding saat usianya 15 bulan, karena aku sadar bahwa proses menyapih dengan cinta itu tidaklah mudah dan butuh keteguhan hati, 💪🏻💪🏻💪🏻.

Bagiku, menyapih itu episode yang penuh dengan haru, baper, dan mewek. Karena menyusui itu membahagiakan 😍. Jadi aku ingin ketika menyapih pun harus dengan bahagia.

Saat ini usia Enca 20 bulan, yang artinya 4 bulan lagi disapih. Proses sounding kalimat mantra masih tetap berjalan. Semakin mendekati waktu penyapihan, aku sounding lagi dengan kata-kata yang lebih tegas namun tetap halus, misalnya

Aku: Enca sekarang umur berapa ya ?
Enca: uaaaa mah (duaa maah)
Aku: Kalo umur dua, nenen ?
Enca : gak boleeeh
Aku: umur dua,, nenen ?
Enca : tutup, aluu mah (tutup, malu mah)
Aku: kalo disayang ?
Enca : boleeeee mah

Alhamdulillah semakin mengerti umurnya udah dua, udah gak nenen lagi. Meskipun aku juga belum sepenuhnya rela menyapih.

Selain sounding, aku juga menerapkan untuk tidak menawarkan nenen. Terkadang kalau Enca masih merengek minta nenen, aku jelaskan lagi mengulang-ulang kalimat mantra tersebut, lalu Enca bisa mengerti. Disitulah aku baper, hahaha. Tapi terkadang juga Enca sampai nangis minta nenen, disitulah aku memberikan lagi dengan syarat nenen sebentar saja hihi

"boleh nenen, tapi sebentar yaa, mamah hitung sampai 10 udah yaa nenennya" 😁

"maafin mamah ya sayang 😘"


Keharuan berlanjut ketika sekarang Enca bisa tidur sendiri, tanpa minta nenen. Memang ini yang aku harapkan, tapi kok ya bikin baper, hehehe.

Seperti biasa, tiap mau tidur berdoa dulu. Ditambah sekarang berdoanya pun maunya sendiri mamah suruh diem dulu, 😘

Aku: ayo berdoa dulu dek...
Enca : berdoa 😍😍😍😍👏👏👏
Aku: udah ya sekarang bobok dulu, yok dihitung dulu...
Enca: atu, uwa, iga...mereeeeem (langsung tutup mata)


Selanjutnya Enca jadi salah tingkah. Yang biasanya nenen, jadi gak nenen. Enca cuma bisa sayang-sayang nenen aja sambil guling sana guling sini, sayang nenen lagi, begitu seterusnya sampai Enca lelah dan ketiduran. Aku yang pura-pura tidurpun menyimpan haru, antara kasian, konsisten dan bangga. Bangga karna Enca semakin paham apa yang aku ucapkan selama ini.  Love you nak 😘😘😘

Semoga saja kekuatan sounding dalam proses menyapihku ini berhasil. Insya Allah nanti aku share lagi di cerita selanjutnya. Doain yaaa...

Bismillah,
 PR ku saat ini adalah keteguhan hati disaat tengah malam Enca nyari nenen. Karena aku masih suka ngasih kalau tengah malam.

Wassalamualaikum

Selasa, 30 Januari 2018

Pola Asuh Antara Aku dan Suami

Assalamualaikum,

 Pernah ngalami beda pengasuhan dengan suami  ?
atau mungkin dengan nanny ataupun neneknya sendiri ?


Ya, bisa dimaklumi dan lumrah banget, karena isi kepala kita dengan yang lain beda. Pengalaman  beda, jadi pemikiran dan pola asuh pun banyak bedanya, qiqiqi.
Lalu, mungkinkah bisa diselaraskan ?
Tentu dong, 😚


Disini aku bagi pengalamanku yang pernah beda pola asuh dengan suami ya, karena belum pernah pakai jasa nanny sebelumnya.

Lho katanya jodoh itu segala-galanya selaras,
Apa yang kamu pikirkan,
 #eh sama aku juga berpikiran gitu.
Apa yang kamu rasakan,
#eh sama aku juga merasakan itu.
Apa yang kamu lakukan,
#eh sama aku juga seperti yang kamu lakukan.

#kita banyak samaannya yaa...uwooo

Nah, diatas itu kata orang-orang sebelum menikah. Setelah menikah justru yang terlihat banyak banget perbedaan-perbedaannya, qaqaqa
Salah satunya ya beda pola asuh antara aku dengan suamiku.

Namanya juga bapak-bapak, mungkin dalam mindset mas Adi pun begini,
tugasku cari nafkah, mencukupi kebutuhan anak istri,
tugas mengasuh anak, ya urusane ibune,

Gak ada yang salah sih, dengan yang diatas. Ya memang seperti itu, tapi untuk urusan mengasuh anak, ya harus dikompakkan dan diselaraskan.

Lalu, gimana dengan ibu-ibu muda yang minim ilmu parenting macam aku ini ?

Jika sepenuhnya mas Adi memasrahkan tanggung jawab pengasuhan anak ke aku yang minim ilmu ini, lalu bagaimana jadinya anakku nanti ?

Apa aku bisa mengasuhnya dengan baik sehingga menciptakan anak-anak yang sholih sholiha ?

End then, bermula dari kekhawatiran itu akhirnya aku mulai baca-baca soal ilmu parenting. Nah, jadinya sedikit banyak udah ngantongi teori, tinggak selanjutnya dipraktekkan.

Sedangkan mas Adi, karena kesibukan jadilah jarang banget baca soal parenting 😒😒😒 yang pada akhirnya membuat kita beda pola pengasuhan.

Beberapa hal yang terjadi misalnya,
😍 Saat Enca udah berusia 1tahun lebih, aku udah mulai nerapin Enca minum susu pakai gelas

😟 Sama mas Adi, dibilang udahlah minum pake botol sambil tiduran aja biar cepet

😍 Bangun tidur, bawa Enca ke kamar mandi diajak pipis meskipun udah pakai diapers

😟 Sama mas Adi suka langsung diajak mainan, jadinya kelupaan gak diajak pipis dulu, fiiuh

😍 Kalo Enca lagi nangis, entah nangis marah atau nangis tanpa sebab bukan nangis kesakitan ya. Aku gendong/pangku sambil dielus-elus punggung dan membiarkan Enca puas nangis dulu, sesekali aku bilang
"udah belum nangisnya, boleh mama lap air matanya?"

😟 Kalo sama mas Adi, dia pengennya Enca cepet-cepet diem, makanya mas Adi  selalu dibilang gini kalo Enca nangis
" udah udah jangan nangis ya cup cup cup 😂"

😍 Aku tuh berprinsip, bahwa Enca aku didik dengan penuh rasa percaya diri dan keberanian, bukan yang menye-menye penakut. Jadi selama itu tidak berbahaya dan masih dalam batas kewajaran, aku akan mencobakan hal-hal baru buat Enca.

😟 Tapi mas Adi masih suka melarang ini itu, karena terlalu khawatir.

dan masih banyak lagi sebenernya 😄. Tapi semua itu bisa dibicarakan kok.
Kadang minta (eh maksa deng 😂)  mas Adi buat ikut baca-baca soal parenting, kadang kalo aku duluan yang udah baca pas lagi quality time (bener gak yah nulisnya 🙈) berdua sama mas Adi diselingi cerita soal anak.
Alhamdulillah sekarang mulai nampak kekompakan kami dalam mengasuh Enca. Cuma kegalauan lain adalah beda pola asuh dengan nenek. Cuma ini gak berlebihan sih, karena aku hidup terpisah dari beliau-beliau. Jadi kakung dan puti tinggal di Klaten, sedangkan mbah kakung dan mbah uti tinggal di Cilacap. Ketemu jarang, tapi pernah lho bikin gemes, lain waktu insya Allah aku jembrengin deh, qiqiqi


Gimana dengan anda ?
apakah pernah mengalami perbedaan pola asuh dengan suami ?


cerita dong 😍😘

wassalamualaikum,

Senin, 29 Januari 2018

Solo, Kota Kenangan yang Selalu di Rindukan


Assalamualaikum,

Tak bisa disangkal, Solo memang menjadi kota yang selalu aku rindukan. Meskipun bukan kota kelahiran dan  bukan kota tempat tinggal, namun Solo selalu dihati, uhuuuk. Kenangan masa kecil di kota ini masih begitu jelas diingatan. Ya, massa kecilku dulu sering banget diajak bapak ibuk ke kota Solo ini, karena jarak antara rumah dengan Solo yang cuma 30menitan. Sekedar main, kadang juga kulakan kebutuhan bengkel bapak waktu itu.


Kota Solo pun menjadi pilihan kota untukku melanjutkan kuliah, 4 tahun menjadi anak kost disana membuatku semakin mencintai kota ini. Suasana yang nyaman dan asri selalu melekat dihati. Dikota ini pula Allah mempertemukan ku dengan mas Adi, kakak tingkat beda kampus yang menjadi suamiku, uhhuuuuk dowomen 😍😍

Bagiku Solo adalah kota yang terlalu nyaman untuk ditinggali. Bahkan untuk urusan makan sekalipun aku tak menemui kerepotan disana. Dari pagi hingga larut malam tak perlu takut kelaparan.

Setiap sudut kota Solo, menyimpan kenangan yang selalu di rindukan. Menulis tentang kenangan Kota Solo menguak kerinduanku saat tinggal disana, ecieeee 😂

Tinggal dirumah kost

Ya, saat kuliah dulu aku ngekost di Rumah Bapak Ibu Ferial Hisyam. Seorang keturunan Arab yang ramah banget dan sangat sangat baik banget.

Kebetulan kostku ini terletak di belakang kampus IV UNS dan Solo Square. Jadi aku dan sahabatku kost tiap berangkat ke kampus tinggal jalan kaki aja. Kalau lagi kepanasan dikostan, biasanya kami ngadem di Mall Solo Square, sekedar baca buku di Gramedia, qiqiqi.

Kampus IV Universitas Sebelas Maret

Kampus tua yang selalu dirindukan, tempatku menimba ilmu di Fakultas Keguruan Universitas Sebelas Maret yang memang lokasinya terpisah dari kampus pusat. Eh, tapi sekarang udah makin bagus deng. Banyak cerita disini ☺, mulai dari bangunan yang sudah tua, tempat horor dipojok kelas yang paling takut dilewati, keseruan kuliah bareng sahabat-sahabat yang masih unyu-unyu saat itu, bapak ibu dosen yang sangat berjasa dalam kehidupanku saat ini, dan cerita cinta, eeeeh 🙈🙊.
Dikampus ini banyak tersimpan kenangan bersama sahabat kelas E tercinta.

Makanan dan tempat main terfavorit

Solo itu kaya akan makanan dan tempat main yang jadi favoritku. Semuanya favoritku, qiqiqi semuanya penuh dengan kenangan. Jadi kalau kebetulan lewat gitu sambil mbatin,

"aah dulu pernah makan disini sama sahabat 😍"
"dulu pernah duduk-duduk disini habisin waktu, cerita ngalor ngidul ngakak-ngakak ngomentari orang lewat sama sahabat 😍"

Jadi semua kalau lagi mudik Klaten, aku selalu menyempatkan main ke Solo untuk sekedar menyapa kota yang selalu dirindukan ini.

Bagaimana denganmu mak ?
Adakah tempat yang emak rindukan, selain tempat kelahiran ? 😊

Wassalamualaikum